Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Online

Novi Sofia Fitriasari, Muhamad Renaldi Apriansyah, Risma Nur Antika

Abstract


Pembelajaran kolaboratif adalah pembelajaran yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk belajar secara bersama-sama. Salah satu tujuan pembelajaran kolaboratif adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran atau yang dikenal dengan istilah student center. Permasalahan yang ada pada masa apademi Covid-19 mengakibatkan pembelajaran kolaboratif sulit dilakukan karena adanya social distancing, yang mengharuskan pembelajaran dilakukan dari rumah. Salah satu melakukan pembelajaran kolaboratif secara online. Aplikasi kolaboratif online yang dibahas pada penelitian ini adalah MOOCs APTIKOM, Google Classroom dan Aplikasi Sistem Manajemen Pengetahuan. Partisipan atau student yang memanfaatkan course di MOOCs tersebut masih dibawah 100 dan MOOCs APTIKOM memberikan layanan materi bidang informatika dan komputer yang dapat diakses secara bebas. Aplikasi google classroom yang merupakan aplikasi Web 2.0 dan aplikasi sistem manajemen pengetahuan(Asmape) dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran kolaboratif secara online hal ini dibuktikan dengan telah diimplementasikannya google classroom pada mata kuliah evaluasi pembelajaran dan aplikasi Asmape telah dimanfaatkan pada mata kuliah basis data terutama untuk tugas kelompok membuat artikel ilmiah.

Keywords


Collaborative Learning; LMS;MOOCs;Web 2.0

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Chunyan, L., Haitao, C., & Guolin, L. (2014). The Effect of Web 2.0 on Learning Management System. International Journal of Multimedia and Ubiquitous Engineering, 9(10), 67–78.

Iftakhar Shampa. (2016). Google classroom: What works and how? Journal of Education and Social Sciences, 3, 12–18.

Laal, M. (2013). Positive Interdependence in Collaborative Learning. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 93, 1433–1437. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.10.058

Manathunga, K., & Hernández-Leo, D. (2015). Has research on collaborative learning technologies addressed massiveness? A literature review. Educational Technology and Society, 18(4), 357–370.

Nurakun Kyzy, Z., Ismailova, R., & Dündar, H. (2018). Learning management system implementation: a case study in the Kyrgyz Republic. Interactive Learning Environments, 26(8), 1010–1022. https://doi.org/10.1080/10494820.2018.1427115

Resta, P., & Laferrière, T. (2007). Technology in support of collaborative learning. Educational Psychology Review, 19(1), 65–83. https://doi.org/10.1007/s10648-007-9042-7

Robinson, H. A., Kilgore, W., & Warren, S. J. (2017). Care, communication, learner support: Designing meaningful online collaborative learning. Online Learning Journal, 21(4), 29–51. https://doi.org/10.24059/olj.v21i4.1240

Ryu, H., & Parsons, D. (2012). Risky business or sharing the load? - Social flow in collaborative mobile learning. Computers and Education, 58(2), 707–720. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2011.09.019

Setyowati, L. (2015). Online Courses ( MOOCs ) kepada Pustakawan. Media Pustakawan, 22(4), 6–18.

Sonwalkar, M. N., Wilson, P. J., Ng, A., & Sloep, P. (2013). State-of-the-Field Discussion. MOOCs FORUM, 1(P), 6–9. https://doi.org/10.1089/mooc.2013.0006

Weaver, D., Spratt, C., & Nair, C. S. (2008). Academic and student use of a learning management system: Implications for quality. Australasian Journal of Educational Technology, 24(1), 30–41. https://doi.org/10.14742/ajet.1228

Yuan, B. L., Powell, S., Yuan, L., Powell, S., & Cetis, J. (2013). MOOCs and Open Education : Implications for Higher Education A w hite p aper.


DOI http://dx.doi.org/10.35585/inspir.v10i1.2564
Abstract 714 kali dilihat
PDF (Indonesian) 176 kali diunduh

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.